Mon. May 27th, 2024
ABG BISPAK TELANJANG, BOKEP INDONESIA, cerita ABG, cerita bokep dewasa, cerita bokep hot, cerita bokep indonesia, cerita bokep mesum, cerita bokep seks, cerita bokep terbaru, cerita dewasa, cerita dewasa indonesia, cerita dewasa terbaru, Cerita Eksebionis, Cerita Janda, cerita mesum, Cerita Mesum Dewasa, cerita mesum hot, cerita mesum indonesia, cerita mesum panas, cerita mesum terbaru, cerita mesum terkini, CERITA NGENTOT JANDA, CERITA NGENTOT PEMBANTU, CERITA NGENTOT PERAWAN, cerita panas, cerita panas terbaru, cerita seks dewasa, CERITA SEKS INDONESIA, cerita seks panas, CERITA SEKS SEDARAH, cerita seks terbaru, CERITA SELINGKUH, cerita sex, cerita sex dewasa, Cerita Sex Indonesia, Cerita Sex Panas, cerita sex terbaru, CERITA SKANDAL, CERITA TANTE GIRANG, CEWEK TELANJANG, FOTO BUGIL, TANTE GIRANG, TOKET GEDE MULUSABG BISPAK TELANJANG, BOKEP INDONESIA, cerita ABG, cerita bokep dewasa, cerita bokep hot, cerita bokep indonesia, cerita bokep mesum, cerita bokep seks, cerita bokep terbaru, cerita dewasa, cerita dewasa indonesia, cerita dewasa terbaru, Cerita Eksebionis, Cerita Janda, cerita mesum, Cerita Mesum Dewasa, cerita mesum hot, cerita mesum indonesia, cerita mesum panas, cerita mesum terbaru, cerita mesum terkini, CERITA NGENTOT JANDA, CERITA NGENTOT PEMBANTU, CERITA NGENTOT PERAWAN, cerita panas, cerita panas terbaru, cerita seks dewasa, CERITA SEKS INDONESIA, cerita seks panas, CERITA SEKS SEDARAH, cerita seks terbaru, CERITA SELINGKUH, cerita sex, cerita sex dewasa, Cerita Sex Indonesia, Cerita Sex Panas, cerita sex terbaru, CERITA SKANDAL, CERITA TANTE GIRANG, CEWEK TELANJANG, FOTO BUGIL, TANTE GIRANG, TOKET GEDE MULUS
Mahasiswi Seksi Memek Gatel Menggoda 7 Lelaki Untuk Gangbang Memeknya Sampe Si Lonte Merem Melek Keenakan.Sebuah mata kuliah Ekonomi Akutansi yang belum kuambil pada semester kemarin harus Aku ambil hari ini. Pada waktu itu Aku mendapat ruangan dengan anak Fakultas Ilmu Komunikasi. Di sana memang mahasiswanya mayoritas adalah laki-laki dan jumlah mahasiswinya hanya sedikit yaitu 7 orang. Aku selalu menjadi pusat perhatian para mahasiswa di gedung itu, bahkan sering kali mereka memperhatikan tubuhku yang bisa dibilang Good Looking lah.
Ditambah lagi Aku termasuk mahasiswi yang bisa dibilang cantik, sexy dan berkulit putih mulus. Kebiasaan Aku yang sering memakai pakaian yang ketat sering membuat para kaum lelaki enggan memejamkan matanya sekejap saja. Aku sih udah biasa dengan pandangan buas seperti itu dari para lelaki sehingga Aku sih cuek aja.
Karena dosen mata kuliah itu beberapa kali tidak masuk akibat sibuk dengan kuliah S3 nya, pada hari itu mata kuliah yang bersangkutan harus aku ambil pada pukul 4 sore. Mata kuliah tambahan biasanya lebih cepat tidak seperti mata kuliah umumnya, biasanya 1 jam saja sudah selesai. Tak terasa jam mata kuliah itu telah selesai, ketika itu langit terlihat sudah gelap dan suasana kelas sepi, hampir tidak ada lagi mahasiswa yang berada di kampus.
Pada saat keluar kelas tiba-tiba Aku merasa ingin buang air kecil lalu Akupun bergegas ke toilet yang jaraknya 50 meter dari kelas Aku tadi untuk buang air kecil sejenak. Terasa kuatir sekali ketika Aku berada sendirian di toilet kampus malam-malam begini. Setelah selesai buang air kecil lalu Aku mencuci tangan dan bergegas keluar toilet dan berjalan menuju lift. Saat sedang berjalan Aku terkejut karena ada suara yang menyapa dari arah belakang ketika menunggu lift.
Setelah Aku menengok kebelakang ternyata yang menyapaku adalah 3 mahasiswa yang tadi sekelas denganku. Dari ke 3 orang itu Aku hanya mengenal 1 orang saja, yang Aku kenal bernama Bastian, bastian ini mempunyai postur tubuh tinggi kurus, berambut ikal, dan bisa dibilang tidak ganteng. Sedangkan yang 2 lagi Aku tidak ingat namanya cuma tahu tampang saja.
Tapi setelah Aku ingat-ingat akhirnya Aku tahu namanya juga yang berambut gondrong terkuncir itu namanya Sakti dan satunya lagi yang mukanya seperti orang Arab itu bernama Ridho. Ridho ini tubuhnya berisi dan kekar tidak seperti Bastian dan Sakti. Kemudian mereka bertanya,
“ Kok lo baru turun sekarang Shin kemana aja lo tadi? ” sapa Bastian berbasa-basi.
“ Iya nih, tadi gw ke toilet dulu bas, lo orang juga pada ngapain aja kog baru turun juga? ” jawabku.
 “Biasalah Shin, kita ngerokok dulu bentar tadi habis keluar dari kelas ” jawabnya.
Tak lama setelah kami mengobrol pintu Lift pun terbuka dan kami masuk bersama, mereka berdiri mengepungku hingga jantungku akupun merasa deg-degan, Aku merasakan mata mereka pun memperhatikan tubuhku yang terbungkus rok mini dari bahan katun yang menggantung di atas lutut serta baju ketat berwarna putih. sebenarnya Aku sih nggk takut, terus terang saja gairah Sexku pun mulai merasuki fikiran Aku dan aliran darahku pun mengalir kencang tak karuan,
“ Langsung pulang Shin? ” tanya Sakti yang berdiri di sebelah kiriku.
“ Iya nih Ti ” jawabku dengan singkat.
“ Jadi udah gak ada kegiatan apa-apa lagi dong setelah ini? ” si Bastian menimpali.
“ Ya gitulah, paling nonton TV di rumah ” jawabku lagi.
“ Jangan langsung pulang dong, kasih waktu sebentar buat kita dong Shin! ” sahut Sakti.
“ Waktu bentar ??? Waktu buat apa sih ? ” tanya Aku lagi pura2 dengan centil menggoda mereka.
“ Hehehe.. Ayolah Shin, berbagi kesenangan dikit sama kita lah? Pasti lu stress kan, kuliah seharian gini! ” ucap Bastian yang mendekapku dengan nafas menderu.
“ Iya nih Shin, di fakultas kitakan limit cewek Shin, jarang ada cewek kaya lo gini, sekali-kali hibur kita dong ” timpal Ridho.
Dengan cepatnya ada tangan menggerayang masuk ke dalam rok miniku. Aku tersentak ketika tangan itu menjamah pangkal paha Aku lalu mulai menggosok-gosoknya dari luar.
“ nakal banget sih kalian ahhhh ! ” ujarku pada mereka,
Senbenarnya Aku sendiri menginginkannya, namun Aku tetap berpura-pura jual mahal untuk menaikkan derajatku di depan mereka. Tapi nampaknya mereka melihat ekpresi wajahku yang mulai terangsang. Rambutku yang terkuncir memudahkan Bastian menciumi leher, telinga dan tengkukku dengan ganas sehingga nafsuku naik dengan cepat.
Ridho yang tadinya cuma meremasi payudara Aku dari luar kini mulai menyingkap bajuku lalu cup bra-ku yang kanan dia turunkan, maka terlihatlah payudara kananku yang nampak lebih mencuat karena masih disangga bra. Diletakkannya telapak tangannya di sana dan meremasnya pelan, kemudian kepalanya mulai merunduk dan lidahnya kurasakan menyentuh pentilku.
Sambil menyusu, tangannya aktif mengelusi paha mulusku. Tanpa kusadari, CDku kini telah merosot hingga ke lutut, bokong dan kemaluanku terbuka sudah. Jari-jari Sakti sudah memasuki M3mek Aku dan menggelitik bagian dalamnya. Tubuhku menggelinjang dan mendesah saat jarinya menemukan klitorisku dan menggesek-gesekkan jarinya pada daging kecil itu.
Aku merasakan sensasi geli yang luar biasa sehingga pah Aku merapat mengapit tangan Sakti. Rasa geli itu juga kurasakan pada telinga Aku yang sedang dijilati Bastian, hembusan nafasnya membuat bulu kudukku merinding. Tangannya menjalar ke payudara Aku dan mengeluarkan payudara Aku yang satu lagi.
Diremaslah payudara Aku dan pentilku mulai dimainkan, kadang dipencet atau digesek-gesekkan dengan jarinya hingga menyebabkan benda itu semakin membengkak. Tubuhku serasa lemas tak berdaya, pasrah membiarkan mereka menjarah tubuhku. Melihatku semakin pasrah, mereka semakin menjadi-jadi.
Kini Ridho memagut bibirku, bibir tebal itu menyedot-nyedot bibirku yang mungil, lidahnya masuk ke mulutku dan menjilati rongga di dalamnya, kubalas dengan menggerakkan lidahku sehingga lidah kami saling jilat, saling hisap, sementara tangannya sudah meremas gumpalan bokongku, kadang jari-jarinya menekan anusku. Tonjolan keras di balik celana Bastian terasa menekan bokongku.Secara refleks Aku menggerakkan tanganku ke belakang dan meraba-raba tonjolan yang masih terbungkus celana itu.
Payudara kananku yang sudah ditinggalkan Ridho jadi basah dan meninggalkan bekas gigitan kini beralih ke tangan Bastian, dia kelihatan senang sekali memainkan pentilku yang sensitif, setiap kali dia pencet benda itu dengan agak keras tubuhku menggelinjang disertai desahan.
Si Sakti malah sudah membuka celananya dan mengeluarkan P3nisnya yang sudah tegang. Masih sambil berShinuman, kugerakkan mat Aku memperhatikan miliknya yang panjang dan berwarna gelap tapi diameternya tidak besar, ya sesuailah dengan badannya yang kerempeng itu.
Diraihnya tanganku yang sedang meraba selangkangan Bastian ke P3nisnya, kugenggam benda itu dan kurasakan getarannya, satu genggamanku tidak cukup menyelubungi benda itu, jadi ukurannya kira-kira dua genggaman tanganku.
“ Ini aja Shin, burung gua kedinginan nih, tolong hangatin dong! ” pintanya.
“ Ahh.. Eemmhh! ” desahku sambil mengambil udara begitu Ridho melepas cumbuannya.
“ Gua juga mau dong, udah gak tahan nih! ” ujar Ridho sambil membuka celananya.
Astaga, sepertinya dia memang ada darah Arab, soalnya ukuran P3nisnya bisa dibilang menakjubkan, panjang sih tidak beda jauh dari Sakti tapi yang ini lebih berurat dan lebar, dengan ujungnya yang disunat hingga menyerupai helm tentara. Jantungku jadi tambah berdegup membayangkan akan ditusuk olehnya, berani taruhan punya si Bastian juga pasti kalah darinya.
Bastian melepaskan dekapannya pad Aku untuk membuka celana, saat itu Ridho menekan bahuku dan memint Aku berlutut. Aku pun berlutut karena kakiku memang sudah lemas, kedua P3nis tersebut bagaikan pistol yang ditodongkan pad Aku, tidak.. bukan dua, sekarang malah tiga, karena Bastian juga sudah mengeluarkan miliknya.
Benar kan, milik Ridho memang paling besar di antara ketiganya, disusul Bastian yang lebih berisi daripada Sakti. Mereka bertiga berdiri mengelilingiku dengan senjata yang mengarah ke wajahku.
“ Ayo Shin, jilat, siapa dulu yang mau lu servis ”
“ Yang gua aja dulu Shin, dijamin gue banget! ”
“ Ini aja dulu Shin, gua punya lebih gede, pasti puas deh! ”
Demikian mereka saling menawarkan batang kemaluannya untuk mendapat servis dariku seperti sedang kampanye saja, mereka menepuk-nepuk miliknya pada wajah, hidung, dan bibirku sampai Aku kewalahan menentukan pilihan.
“ Aduh.. Iya-iya sabar dong, semua pasti kebagian.. Kalo gini terus gua juga bingung dong! ” kat Aku sewot sambil menepis senjata mereka dari muk Aku.
“ Wah.. Marah nih, ya udah kita biarin Shinta yang milih aja, demokratis kan? ” kata Sakti.
Setelah kutimbang-timbang, tangan kiriku meraih P3nis Sakti dan yang kanan meraih milik Ridho lalu memasukkannya pelan-pelan ke mulut.
“ Weh.. Sialan lu, gua cuma kebagian tangannya aja! ” gerutu Sakti pada Ridho yang hanya ditanggapinya dengan nyengir tanda kemenangan.
“ Wah gua kok gak diservis Shin, gimana sih! ”
Bastian protes karena merasa diabaikan olehku.Sebenarnya bukan mengabaikan, tapi Aku harus memakai tangan kananku untuk menuntun batang kemaluan Ridho ke mulutku, setelah itu barulah kugerakkan tanganku meraih P3nis Bastian untuk menenangkannya. Kini tiga P3nis kukocok sekaligus, dua dengan tangan, satu dengan mulut.
Lima belas menit lewat sudah, Aku ganti mengoral Bastian dan Ridho kini menerima tanganku. Tak lama kemudian, Sakti yang ingin mendapat kenikmatan lebih dalam melepaskan kocokanku dan pindah berlutut di belakangku. Kaitan bra-ku dibukanya sehingga bra tanpa tali pundak itu terlepas, begitu juga CD hitamku yang masih tersangkut di kaki ditariknya lepas.
Lima menit kemudian tangannya menggerayangi payudara dan kemaluanku sambil menjilati leherku dengan lidahnya yang panas dan kasar. Bokongku dia angkat sedikit sampai agak menungging. Kemudian Aku menggeliat ketika kurasakan hangat pada liang kemaluanku.
P3nis Sakti telah menyentuh M3mek Aku yang basah, dia tidak memasukkan semuanya, cuma sebagian dari kepalanya saja yang digeseknya pada bibir M3mek Aku sehingga menimbulkan sensasi geli saat kepalanya menyentuh klitorisku.
“ Uhh.. Nakal yah lu! ” kata Aku sambil menengok ke belakang.
“ Aahh..! ” jeritku kecil karena selesai berkata demikian Sakti mendorong pinggulnya ke depan sampai P3nis itu amblas dalam liang kewanitaanku.
Dengan tangan mencengkeram payudara Aku, dia mulai menggenjot tubuhku, P3nisnya bergesekan dengan dinding M3mek Aku yang bergerinjal-gerinjal. Aku tidak bisa tidak mengerang setiap kali dia menyodokku.
“ Hei Shin, yang gua jangan ditinggalin nih ” sahut Bastian seraya menjejalkan P3nisnya ke mulutku sekaligus meredam eranganku.
Aku semakin bersemangat mengoral batang kemaluan Bastian sambil menikmati sodokan-sodokan Sakti, batang itu kuhisap kuat, sesekali lidahku menjilati kepala kemaluannya. Jurusku ini membuat Bastian belingsatan tak karuan sampai dia menekan-nekan kepal Aku ke selangkangannya.Kocokanku terhadap Ridho juga semakin dahsyat hingga desahan ketiga pria ini memenuhi ruangan lift. Teknik oralku dengan cepat mengirim Bastian ke puncak, Batangnya seperti membengkak dan berdenyut-denyut, dia mengerang dan meremas rambutku.
“ Oohh.. Anjing.. Ngecret nih gua!! ”
Muncratlah cairan kental itu di mulutku yang langsung kujilati dengan r Akusnya. Keluarnya banyak sekali sehingga Aku harus buru-buru menelannya agar tidak tumpah. Setelah lepas dari mulutku pun Aku masih menjilati sisa pejuh pada batangnya. Ridho memint Aku agar menurunkan frekuensi kocokanku.
“ Gak usah buru-buru.. ” demikian katanya.
“ Cepetan Ful, kita juga mau ngerasain memeknya, kebelet nih! ” kata Ridho pada Sakti.
“ Sabar jek.. Uuhh.. Nanggung dikit lagi.. Eemmhh! ”
jawab Sakti dengan terengah-engah.Genjotan Sakti semakin kencang, nafasnya pun semakin memburu menandakan bahwa dia akan orgasme. Kami mengatur tempo genjotan agar bisa keluar bersama.
“ Uhh.. Uhh.. Udah mau Shin, boleh di dalam gak? ” tanyanya.
“ Jangan.. gue lagi subur.. Ah.. Aahh!! ” desahku bersamaan dengan klimaks yang menerpa.
“ Hei, jangan sembarangan buang peju, ntar gua mana bisa jilatin memeknya! ” tegur Bastian.
Sakti menyusul tak sampai semenit kemudian dengan meremas kencang payudar Aku hingga membuatku mejerit, kemudian dia mencabut P3nisnya dan menumpahkan isinya ke punggungku.
“ Ok, next please ” Sakti mempersilakan giliran berikut.
Bastian langsung menyambut tubuhku dan memapahku berdiri. Disandarkannya punggungku pada dinding lift lalu dia menShinum bibirku dengan lembut sambil tangannya menelusuri lekuk-lekuk tubuhku, kami ber-french kiss dengan panasnya. Serangan Bastian mulai turun ke payudar Aku, tapi cuma dia kulum sebentar, lalu dia turun lagi hingga berjongkok di depan kemaluanku.
Gesper dan resleting rokku dia lucuti hingga rok itu merosot jatuh. Dia menatap dan mengendusi kemaluanku yang tertutup rambut lebat itu, tangan kanannya mulai mengelusi kemaluanku sambil mengangkat paha kiriku ke bahunya. Jari-jarinya mengorek liang M3mek Aku hingga mengenai klitoris dan G-spotku.
“ Sshh.. Di.. Oohh.. Aahh!! ” desisku sambil meremas rambutnya ketika lidahnya mulai menyentuh bibir kemaluanku.
Aku mengigit-gigit bibir menikmati jilatan Bastian pada kemaluanku, lidahnya bergerak-gerak seperti ular di dalam M3mek Aku, daging kecil sensitifku juga tidak luput dari sapuan lidah itu, kadang diselingi dengan hisapan.
Hal ini membuat tubuhku menggeliat-geliat, mat Aku terpejam menghayati permainan ini. Tiba-tiba kurasakan sebuah gigitan pelan pada pentil kiriku, mat Aku membuka dan menemukan kepala Sakti sudah menempel di sana sedang mengenyot payudar Aku. Ridho berdiri di sebelah kananku sambil meremas payudar Aku yang satunya.
“ Shin, payudara lu gede banget sih, ukuran BH-nya berapa nih? ” tanyanya.
“ Eenngghh.. Gua 34B.. Mmhh! ” jawabku sambil mendesah.
“ Udah ada pacar lo Shin? ” tanyanya lagi.
Aku hanya menggeleng dengan badan makin menggeliat karena saat itu lidah Bastian dengan liar menyentil-nyentil klitorisku. Sensasi ini ditambah lagi dengan Ridho yang menyapukan lidahnya yang tebal ke leher jenjangku dan mengelusi bokongku. Sebelum sempat mencapai klimaks, Bastian berhenti menjilat M3mek Aku. Dia mulai berdiri dan menyuruh kedua temannya menyingkir dulu.
“ Minggir dulu jek.. Gua mo nyoblos nih! Walah.. Nih toked jadi bau jigong lu gini Ful! ” omelnya
pada Sakti yang hanya ditanggapi dengan seringainya yang mirip kuda nyengir.
Paha kiriku diangkat hingga pinggang, lalu dia menempelkan kepala P3nisnya pada bibir M3mek Aku dan mendorongnya masuk perlahan-lahan.
“ Ooh.. Di.. Aahh.. Ahh! ” desahku dengan memeluk erat tubuhnya saat dia mel Akukan penetrasi.
“ Aakkhh.. Yahud banget memek lu Shin.. Seret-seret basah! ”
Kemudian Bastian mulai memompa tubuhku, rasanya sungguh sulit dilukiskan. Batang kokoh itu menyodok-nyodokku dengan brutal sampai tubuhku terlonjak-lonjak, keringat yang bercucuran di tubuhku membasahi dinding lift di belakangku. Eranganku kadang teredam oleh lumatan bibirnya terhadapku.
Senjatanya keluar-masuk berkali-kali hingga membuat mat Aku merem-melek merasakan sodokan yang nikmat itu.Aku pun ikut maju mundur merespons serangannya. Saat itu kedua temannya hanya menonton sambil memegangi senjata masing-masing, mereka juga menyoraki Bastian yang sedang menggenjotku seolah memberi semangat.
Sementara dia berpacu di antara kedua pah Aku, Aku mulai merasakan klimaks yang akan kembali menerpa. Tubuhku bergetar hebat, pelukanku terhadapnya juga semakin erat. Akhirnya keluarlah desahan panjang dari mulutku bersamaan dengan melelehnya cairan kewanitaanku lebih banyak daripada sebelumnya. Namun dia masih bersemangat menggenjotku, bahkan bertambah kencang dan bertenaga, nafasnya yang menderu-deru menerpa wajahku.
“ Uuhh.. Uuh.. Shin.. Yeeahh.. Hampir! ” geramnya di dekat wajahku.
Tubuhnya berkelojotan diiringi desahan panjang, kemudian ditariknya P3nisnya lepas dari M3mek Aku dan menyemprotlah isinya di perutku. Dia pun lalu ambruk ke depanku sambil memagut bibirku mesra. Karena Bastian melepaskan pegangannya terhadapku, pelan-pelan tubuhku merosot hingga terduduk bagai tak bertulang, begitu pun dengannya yang bersandar di lift dengan nafas ngos-ngosan.
Aku meminta Sakti mengambilkan tissue dari tasku, Aku lalu menyeka keringat di keningku juga ceceran pejuh pada perutku sambil menjilat jari-jariku untuk mendapatkan ceceran pejuh itu.
Hingga kini pakaian yang masih tersisa di tubuhku cuma sepatu dan baju yang telah tergulung ke atas.
Tenggang waktu ke babak berikutnya kurang dari lima menit, Ridho setelah meminta ijin dahulu, memegangi kedua pergelangan kakiku dan membentangkannya. Ditatapnya sebentar lubang merah merekah di tengah bulu-bulu hitam itu, kedua temannya juga ikut memandangi daerah itu.
“ Ayo dong.. Pada liatin apa sih, malu ah! ” kat Aku dengan memalingkan muka karena merasa risi dipelototi bagian ituku, namun sesungguhnya Aku malah menikmati menjadi objek seks mereka.
“ Hehehe.. Malu apa mau nih! ” ujar Sakti yang berjongkok di sebelahku sambil mencubit pentilku.
“ Lu udah gak virgin sejak kapan Shin? Kok memeknya masih OK? ” tanya Ridho sambil menatap liang itu lebih dekat.
“ Enam belas, waktu SMA dulu ” jawabku.
Kami ngobrol-ngobrol sejenak diselingi senda gurau hingga akhirnya Aku meminta lagi karena gairahku sudah kembali, ini dipercepat oleh tangan-tangan mereka yang selalu merangsang titik-titik sensitifku. Ridho menarikku sedikit ke depan mendekatkan batangnya pada kemalauanku lalu mengarahkan benda itu pada sasarannya.Uuh.. M3mek Aku benar-benar terasa sesak dan penuh dijejali oleh batangnya yang perkasa itu.Cairan kemaaluanku melicinkan jalan masuk baginya.
“ Aa.. aadduhh, pelan-pelan dong! ” Aku mendesah lirih sewaktu Ridho mendorong agak kasar.
Sambil menggeram-geram, dia memasukkan P3nisnya sedikit demi sedikit hingga terbenam seluruhnya dalam M3mek Aku.
“ Eengghh.. Ketat abis, memek Shinna emang sipp! ” ceracaunya.
Dia menggenjot tubuhku dengan liar, semakin tinggi tempo permainannya, semakin Aku dibuatnya kesetanan. Sementara Sakti sedang asyik bertukar ludah denganku, lidahku saling jilat dengan lidahnya yang ditindik, tanganku menggenggam P3nisnya dan mengocoknya. Sebuah tangan meraih payudar Aku dan meremasnya lembut, ternyata si Bastian yang berlutut di sebelahku.
“ Bersihin dong Shin, masih ada sisa tadi! ” pintanya dengan menyodorkan P3nisnya ke mulutku saat mulut Sakti berpindah ke leherku.
Serta merta kuraih P3nis itu, hhmm, masih lengket-lengket bekas persenggamaan barusan, kupakai lidahku menyapu batangnya, setelah beberapa jilatan baru kumasukkan ke mulut, Aku dapat melihat ekspresi kenikmatan pada wajahnya akibat teknik oralku.
Tak lama kemudian, Sakti berkelojotan dan bergumam tak jelas, sepertinya dia akan klimaks. Melihat reaksinya kupercepat kocokanku hingga akhirnya crot.. crot.. Pejuhnya berhamburan mendarat di sekitar payudara dan perutku, tanganku juga jadi belepotan cairan seperti susu kental itu. Saat itu Aku masih menikmati sodokan Ridho sambil mengulum P3nis Bastian.
Kemudian Bastian mengajak berganti posisi, Aku dimintanya berposisi doggy, Ridho dari belakang kembali menusuk M3mek Aku dan dari depanku Bastian menjejalkan P3nisnya ke mulutku.
Kulumanku membuat Bastian berkelojotan sambil meremas-remas rambutku sampai ikat rambutku terlepas dan terurailah rambutku yang sebahu itu.
P3nis itu bergerak keluar-masuk semakin cepat karena M3mek Aku juga sudah basah sekali. Tidak sampai sepuluh menit kemudian muncratlah pejuh Bastian memenuhi mulutku, karena saat itu genjotan Ridho bertambah ganas, hisapanku sedikit buyar sehingga cairan itu tumpah sebagian meleleh di pinggir bibirku. Setelah Bastian melepas P3nisnya, Aku bisa lebih fokus melayani Ridho, Aku ikut menggoyang pinggulku sehingga sodokannya lebih dalam.
Bunyi ‘plok-plok-plok’ terdengar dari hentakan selangkangan Ridho dengan bokongku. Mulutku terus mengeluarkan desahan-desahan nikmat, sampai beberapa menit kemudian tubuhku mengejang hebat yang menandakan orgasmeku. Kepal Aku menengadah dan mat Aku membeliak-beliak, sungguh fantastis kenikmatan yang diberikan olehnya.
Kontraksi otot-otot kemaluanku sewaktu orgasme membuatnya merasa nikmat juga karena otot-otot itu semakin menghimpit P3nisnya, hal ini menyebabkan goyangannya semakin liar dan mempercepat orgasmenya. Dia mendengus-dengus berkelojotan lalu tangannya menarik rambutku sambil mencabut P3nisnya.
“ Aduh-duh, sakit.. Mau ngapain sih? ” jeritku.
Dia tarik rambutku hingga Aku berlutut dan disuruhnya Aku membuka mulut. Di depan wajahku dia kocok P3nisnya yang langsung menyemburkan lahar putih. Semburan itu membasahi wajahku sekaligus memenuhi mulutku.
“ Gila, banyak amat sih, sampai basah gini gua! ” kat Aku sambil menjilati P3nisnya mel Akukan cleaning service.
Setelah menuntaskan hasrat, Ridho melepaskanku dan mundur terhuyung-huyung sampai bersandar di pintu lift dimana tubuhnya merosot turun hingga terduduk lemas. Dengan sisa-sisa tenaga Aku menyeret tubuhku ke tembok lift agar bisa duduk bersandar.Suasana di dalam lift jadi panas dan pengap setelah terjadi pergulatan seru barusan.
Aku mengatur kembali nafasku yang putus-putus sambil menjilati pejuh yang masih belepotan di sekitar mulut, Aku bisa merasakan lendir hangat yang masih mengalir di selangkanganku. Bastian sudah memakai kembali celananya tapi masih terduduk lemas, dia mengeluarkan sebotol aqua dari tas lusuhnya, Sakti sedang berjongkok sambil menghisap rokok, dia belum memakai celananya sehingga batang kemaluannya yang mulai layu itu dapat terlihat olehku, Ridho masih ngos-ngosan dan meminta Bastian membagi minumannya.
Setelah minum beberapa teguk, Ridho menawarkan botol itu pad Aku yang juga langsung kuraih dan kuminum. Kuteteskan beberapa tetes air pada tissue untuk melap wajahku yang belepotan.
Kami ngobrol-ngobrol ringan dan bertukar nomor HP sambil memulihkan tenaga. Aku mulai memunguti pakaianku yang tercecer.
Setelah berpakaian lengkap dan menguShinr kembali rambutku, kami bersiap-siap pulang. Bastian menekan tombol lift dan lift kembali meluncur ke bawah. Lantai dasar sudah sepi dan gelap, jam sudah hampir menunjukkan pukul tujuh.
Lega rasanya bisa menghirup udara segar lagi setelah keluar gedung ini, kami pun berpisah di depan gedung komunikasi, mereka keluar lewat gerbang samping dan Aku ke tempat parkir. Dalam perjalanan pulang, Aku tersenyum-senyum sendiri sambil mendengar alunan musik dari CD-player di mobilku, masih terngiang-ngiang di kepala Aku kegilaan yang baru saja terjadi di lift kampus tadi, sungguh pengalaman gangbang yang gila bagiku. Selesai.
Demikian artikel tentang cerita Mahasiswi Seksi Memek Gatel Menggoda 7 Lelaki Untuk Gangbang Memeknya Sampe Si Lonte Merem Melek Keenakan.
ABG BISPAK TELANJANG, BOKEP INDONESIA, cerita ABG, cerita bokep dewasa, cerita bokep hot, cerita bokep indonesia, cerita bokep mesum, cerita bokep seks, cerita bokep terbaru, cerita dewasa, cerita dewasa indonesia, cerita dewasa terbaru, Cerita Eksebionis, Cerita Janda, cerita mesum, Cerita Mesum Dewasa, cerita mesum hot, cerita mesum indonesia, cerita mesum panas, cerita mesum terbaru, cerita mesum terkini, CERITA NGENTOT JANDA, CERITA NGENTOT PEMBANTU, CERITA NGENTOT PERAWAN, cerita panas, cerita panas terbaru, cerita seks dewasa, CERITA SEKS INDONESIA, cerita seks panas, CERITA SEKS SEDARAH, cerita seks terbaru, CERITA SELINGKUH, cerita sex, cerita sex dewasa, Cerita Sex Indonesia, Cerita Sex Panas, cerita sex terbaru, CERITA SKANDAL, CERITA TANTE GIRANG, CEWEK TELANJANG, FOTO BUGIL, TANTE GIRANG, TOKET GEDE MULUS

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *